Aku bertemu kau di persimpangan pikiranku
Kala jiwaku tak menentu
Memang tidak ada yang salah dari dirimu
Kau sempurna sesuai keadaannya
Hanya kerja waktu yang tak pernah kita tahu
Aku bertemu kau di perkenalan kita
Saling bertanya saling menyapa
Apa ada kemungkinan saling mengisi jiwa
Walau waktumu tak semua bisa kurasa
Aku bertemu kau saat kita berjumpa
Setelah sekian purnama aku mendambanya
Setelah kuarungi derita menunggu dalam waktu yang lama
Aku bertemu kau dan apa benar kita bicara cinta?
Aku bertemu kau dalam harapanku
Untuk setiap senyummu
Tawamu
Dan hadirmu di kehidupanku
Namun
Saat kau pergi entah apakah untuk kembali
Dan saat namamu dalam doaku tak bisa lagi kuhitungi
Aku berusaha menemukanku di kehidupanmu
Apa aku masih ada?
Atau memang tak pernah ada?
-naive rizkia, january.
No, no. I'm fine.
I've deleted all of your chat and photos.
I'm just admiring my own words here.
No comments:
Post a Comment