Tidak ada kata kata yang bisa menggambarkan apa yang sedang berada di dalam asa terperangkap dengan tega diam diam menghancurkan raga dan dengan bodohnya kubiarkan tetap disana dalam jangka waktu yang tak bisa kukira
Sia sia peluh tercurah dalam setiap waktu yang terlewat kala aku menunggu dentingan suara dari telepon genggamku yang berisi seluruh harapanku pada kehadiranmu
Entah akalku tertutup bayangan semu
Mengingat setiap harapan
setiap kebodohan
tak bisa lepas dari bayang wajahmu
Dan berharap akan hal yang tak kunjung pasti,
Kau di kehidupanku
No comments:
Post a Comment