cahaya hanya lelah saat senja pun sudah tidak lagi menampakkan wajahnya
walau sudah ia tahan sejak saat tepat di puncak kerjanya
ditambah penghancur pikiran, si buaian kenangan yang tak kunjung padam
ia hanya ingin bersandar di kegelapan
entah apa dan mengapa
kilauny menjadi pudar
tidak apa digubris dengan sedikit cecaran tanya rahasia
walau pihak kedua pun tidak yakin tepat memijak dimana
atau beban garis mati mendadak
hanya saja untuk malam ini
ia sedang tidak ingin diganggu oleh ingatan mata mata yang mengumpat silau karenanya
walau bukan di satu waktu yang sama
tetap sama satu cerita
sama seperti pedih di siang hari tadi.
dua oktober duaribuempatbelas
tepat menekan di titik lemah.
No comments:
Post a Comment