Saturday, May 17, 2014

Warna merah jambu

Aku tidak tahu seberapa banyak sudut yang terlibat dalam bagian
dimana aku harus meletakkan pikiran
Senyum dan canda untuk muka yang berbeda
Duka dan pinta yang ikut serta
Aktor untuk cerita yang diminta

Dan ketika semua tidak berbicara
Matanya menuju kearahku, walau tak lupa ia mengerling padanya
Namun aku tak mau kalah, ketika tatapan yang kubalas kepadanya, sama seperti yang kuharap di wajah yang selanjutnya
Dan yang selanjutnya pun memberi raut keteduhan, ketika seseorang menjatuhkan jangkar padanya
Si empu jangkar, si pelakon lama, sibuk berlari dan membebaskan diri dari penggores cerita-Ku.
Belum lagi semua telinga yang ingin melihat
Belum lagi penari latar sempat memohon dan meminta kesertaan.
Atau sekedar meramaikan
Atau yang sengaja kutarik ;)

Apa ini yang harus dinikmati.

Titiknya yang ada mungkin sudah menyatu
Membuat lingkaran
Yang terus berputar entah kapan berenti
Mungkin sampai bosan
Dan Tuhan akan menentukan.

Sepertinya setiap tokoh memiliki kecondongan di masing masing dua-variasi-nya
Lah aku?

No comments:

Post a Comment