Thursday, March 7, 2013

Bicara seuai hati, bukan sesuai keinginan feedback yg didapat kelak


pardon moi.
maaf untuk pikiran dan hatiku yang berkehendak.
nyonya.
setidaknya dia selalu sinergis. mereka sama.
mereka bekerja berdua, tanpa banyak pinta.
setuju, nyonya?
hidupku berantakan. aku tersenyum.
aku terdiam, seperti hati yang berbisik pada lidah-lidah yang tidak sabaran.
apa kita antagonis?
berdiri didepan ego, terduduk manis memegang aro.
aku juga bisa!
tapi aku memilih tidak seperti gayamu.

kau tampak haus, nyonya.
butuh minum dariku?
atau dari lautan manusia penuh empati?
maaf atas kelancanganku.
apa harus aku ambil serabut emosimu.
yang selalu kau sembunyikan dibalik tawa kepuasan.
mengulang ulang
(seperti hanya sinyalku yang tidak sampai ke otak -_-)
berpikir, bertindak dan bicara
sinergis dengan hati dan visi.
serta bagaimana Tuhan menumbuhkan lingkunganmu
sesuatu yang tidak sesuai itu tidak pernah dipandang baik, ingat ya :)
maaf lagi ya.
sedang masa sensitif.
jadi, mual.

No comments:

Post a Comment